Elif Ba
Semua bab Elif Ba secara berurutan, dari huruf sampai doa, dengan latihan dan kuis.
- 1HurufPenulisan klasik huruf-huruf. Catatan: Huruf berwarna merah adalah huruf tebal. • Huruf yang ditandai dengan simbol ini adalah huruf sibilan.
- 2Huruf dan BentuknyaCara berbeda dalam menulis huruf saat muncul di awal, tengah, atau akhir kata.
- 3Huruf Vokal dan Tanda BacaTanda yang menentukan pelafalan huruf disebut 'harakat'. Ada tiga harakat: Fatha ( ◌َ ) membuat huruf tipis terdengar seperti 'e' dan huruf tebal seperti 'a'. Kasra ( ◌ِ ) membuat huruf tipis terdengar seperti 'i' dan huruf tebal terdengar seperti suara antara 'ı' dan 'i'. Damma ( ◌ُ ) membuat huruf tipis terdengar antara 'u' dan 'ü', dan huruf tebal terdengar seperti 'u'.
- 4SukunSukun (Cezm) menghubungkan huruf yang ditempati dengan huruf sebelumnya tanpa menambahkan suara vokal.
- 5SyaddahSyaddah menunjukkan bahwa huruf yang ditempati sebenarnya ditulis dua kali (meskipun yang kedua tidak terlihat) dan harus diucapkan dengan penekanan.
- 6Huruf PemanjanganAda tiga huruf pemanjangan (Madd), yang menunjukkan pemanjangan vokal: ( ا ) memperpanjang huruf sebelumnya dengan fatha. Jika hurufnya tipis, diucapkan antara 'a' dan 'e'; jika tebal, diucapkan sebagai 'a'. ( ي ) memperpanjang huruf sebelumnya dengan kasra. Jika hurufnya tipis, terdengar seperti 'i'; jika tebal, terdengar antara 'i' dan 'ı'. ( و ) memperpanjang huruf sebelumnya dengan damma. Jika hurufnya tipis, terdengar antara 'u' dan 'ü'; jika tebal, terdengar seperti 'u'.
- 7TanwinTanwin adalah penggandaan tiga harakat yang telah kita pelajari sebelumnya ( ◌ً ◌ٍ ◌ٌ ). Ini berarti menambahkan suara 'n' di akhir huruf ketika berada dalam bentuk fatha, kasra, atau damma.
- 8Asr, Mad, dan QasrAsr (Harakat Vertikal: ◌ٰ ◌ٖ ): Menunjukkan bahwa huruf harus dipanjangkan, terlepas dari ada atau tidaknya huruf Madd. Med (Madd): Dipanjangkan sebanyak satu Elif. Muncul di tempat-tempat di mana pemanjangan diperlukan tetapi tidak ada huruf Madd. Qasr (Kasr): Menunjukkan bahwa huruf tidak boleh dipanjangkan, bahkan jika ada huruf pemanjangan.
- 9Dhamir dan LafzatullahDhamir mengacu pada huruf ( هـ ) di akhir kata. Huruf ini diucapkan dengan pemanjangan jika huruf sebelumnya memiliki harakat (tanda vokal). Jika huruf sebelumnya memiliki sukun (cezm) atau tidak memiliki harakat, maka diucapkan tanpa pemanjangan. Lafzatullah ( الله ): Pengucapan huruf ( ل ) dalam kata ini berubah berdasarkan vokal sebelumnya: Jika huruf sebelumnya memiliki fatha atau damma, ( ل ) diucapkan tebal. Jika huruf sebelumnya memiliki kasra, ( ل ) diucapkan tipis.
- 10Doa dan DzikirPelafalan doa-doa mengikuti aturan yang telah kita pelajari sejauh ini.